|
Pekan Manajemen Bisnis
Keluarga 2012, Suksesi atau Ambisi ?

Fakultas Ekonomi
Universitas Katolik Parahyangan bekerja sama dengan Jakarta Consulting Group,
pada tanggal 2 Mei 2012 mengadakan kegiatan Seminar Manajemen Bisnis
Keluarga dengan tema ‘Suksesi atau
Ambisi?’ di Gedung 9 Universitas Katolik Parahyangan. Acara seminar ini
dihadiri oleh para mahasiswa dan dosen dari kalangan Universitas Katolik
Parahyangan serta peserta dari luar Universitas Katolik Parahyangan. Pembicara
yang hadir dalam acara seminar ini diantaranya Himawan Wijanarko dari Jakarta
Consulting Group, Bernardus Agus Finardi dari Bafardi Group, Hj. BRA. Mooryati
Soedibyo, S.S., M.Hum dari Mustika Ratu, Darwin Leo dari Columbia Cash and
Credit, dan Taufik Hidayat Udjo dari Saung Angklung Mang Udjo.
Kegiatan ini diawali
dengan sambutan dari ketua pelaksana yaitu Chindy Heryadi, sambutan dari Ketua
Jurusan Manajemen yaitu Triyana Iskandarsyah, Dra, Msi., serta sambutan dari
Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Katolik Parahyangan, Dr. Elizabeth Tiur
Manurung, M.Si., Ak.
Sesi pertama seminar
dimoderatori oleh Triyana Iskandarsyah, Dra, Msi. (Ketua Jurusan Manajemen
Fakultas Ekonomi Universitas Katolik Parahyangan). Sesi kedua seminar
dimoderatori oleh , Dr. Elizabeth Tiur Manurung, M.Si., Ak. (Dekan Fakultas
Ekonomi Universitas Katolik Parahyangan) serta Erwin Suryadi, ST., MBA (Dosen
Fakultas Ekonomi Universitas Katolik Parahyangan sekaligus penanggung jawab
acara).
Pembicara pada seminar
sesi pertama adalah Himawan Wijanarko, serta Bernardus Agus Finardi. Himawan
Wijanarko menjabarkan teori-teori yang dikembangkan dalam manajemen bisnis
keluarga seperti pengertian dan karakteristik bisnis keluarga, teori tentang
rencana suksesi, survey-survey tentang bisnis keluarga di dunia dan Indonesia,
serta isu-isu penting lainnya terkait bisnis keluarga.
Kemudian pembicara
kedua, Bernardus Agus Finardi mengungkapkan bahwa ada tiga hal penting dalam
mengelola bisnis keluarga yaitu yang pertama adalah konsentrasi
kepemilikan,yang kedua perspektif jangka
panjang tentang modal, lalu yang ketiga fleksibilitas dan kemudahan dalam
pendanaan.
Pembicara pada seminar
sesi kedua adalah Hj. BRA. Mooryati Soedibyo, S.S., M.Hum, Darwin Leo, dan
Taufik Hidayat Udjo. Hj. BRA. Mooryati
Soedibyo, S.S., M.Hum menjelaskan tentang suksesi kepemimpinan bisnis keluarga
dalam konteks manajemen strategi, perencanaan suksesi melewati tiga tahap
komprehensif yaitu konteks suksesi, kualitas alih kepemimpinan, serta kinerja
yang dihasilkan penerus.
Darwin Leo menjelaskan
hal menarik tentang perjalanan karirnya di perusahaan keluarga ada tiga tahapan
: tahap pertama yaitu tahapan observasi dimana tiga tahun pertama bekerja di
perusahaan keluarga masih beradaptasi,
mengamati serta masih dalam
proses belajar, tahap kedua yaitu tahapan delegasi dimana tiga tahun kedua
sudah menetapkan tujuan, menegaskan tanggung jawab dan wewenang, memberikan moti
vasi pada bawahan,
tahap ketiga yaitu tahapan supervisi dimana tiga tahun terakhir ini sudah dapat
memberikan instruksi, melakukan koordinasi, memberikan kontribusi pada
perusahaan serta fokus pada pencapaian hasil yang diinginkan.
Taufik Hidayat Udjo sebagai pembicara terakhir
di sesi kedua ini mengungkapkan tentang beberapa nilai-nilai yang ditanamkan di
Saung Angklung Mang Udjo yang sekarang dipimpinnya. Saung Angklung Mang Udjo
adalah salah satu bisnis keluarga yang berhasil menggabungkan dua sudut pandang
dari generasi yang berbeda, angklung sebagai simbol budaya asli sunda tetap
dipertahankan dengan didukung oleh pengembangan bisnis yang mengikuti
perkembangan jaman sesuai dengan quote pendiri bisnis ini, Udjo Ngalagena :
“Keep the old one, create the new one”.
Selain dari
seminar, a
cara
yang juga
ditunggu-tunggu
adalah kompetisi debat babak final dengan mosi yang sesuai dengan tema acara
yaitu “Kami percaya bahwa suksesi harus mengalahkan ambisi”. Kompetisi ini
semakin menarik karena ketika tim affirmative menjawab
“so far so good” saat ditanya mengenai persiapan mereka menghadapi
babak final ini lalu tim negative menjawab
“so
far so very good”. Hal tersebut menggambarkan aura persaingan yang sangat
panas bagi
audience yang menonton
acara debat ini. Kemampuan secara teknis dan pemaparan fakta-fakta untuk
mendukung argumen dari kedua tim sudah ini tidak diragukan lagi karena mereka
lah tim terbaik yang bertanding di babak final.
Setelah
audience terlarut dalam euforia debat
yang tegang, kemudian
audience disuguhi
performance apik dari arumba cilik Saung Angklung Mang Udjo yang mengubah
suasana menjadi sangat meriah. Penampilan serasa singkat dan tidak terasa juara
debat akan diumumkan. Tim yang berhasil mendapatkan gelar juara tiga adalah tim
yang beranggotakan Richard Wiguna, Wisa Wondrous Handrawan, Dennis Tjandra, dan
Reza Kamarullah. Lalu momen yang
ditunggu-tunggu adalah pengumuman tim yang memenangkan juara dua yaitu tim yang
beranggotakan Cindy Lupita Suteja, Oscar Tonado, Reyner Yosia S., Stella
Aurelia. Dengan demikian tim yang berhasil merebut gelar juara satu lomba debat
ini adalah tim yang beranggotakan Yolanda Wulansari Patandung, Michelle
Kurniawan, Imanuel, dan Sharon Candra. Acara kemudian ditutup dengan penyerahan
trophy kepada para tim yang mendapatkan gelar juara tiga, dua, dan satu. Acara seminar dan kompetisi debat ini
terbilang sukses karena berjalan sesuai rencana dan mendapat respon serta kesan
yang baik dari pihak
audience.
kembali ke indeks berita
|