Kualitas Pendidikan Pascasarjana Unpar
Rubrik Griya Ilmu, Kompas Edisi Jawa Barat, 16 April 2008
Sebagai salah satu perguruan tinggi swasta tertua yang sudah berusia 53 tahun lebih di tahun 2008 ini, Universitas Katolik Parahyangan (Unpar) telah berpengalaman menyelenggarakan pendidikan tinggi yang selalu mengutamakan kualitas. Semenjak di tabun 1995 (di usianya yang ke 40 tahun), Unpar sudah merintis karier untuk mulai menghadirkan pendidikan pascasarjana untuk empat program studi magister (S2) yaitu Magister Manajemen, Magister Hukum, Magister Teknik Sipil, dan Magister Arsitektur. Keempat program studi S2 Unpar saat ini sudah mengantongi status akreditasi haik (B) dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT). Dan sejak dibukanya kesempatan bagi perguruan tinggi swasta untuk menyelenggarakan program doktor (S3) di tahun 2000, Unpar menjadi perguruan tinggi swasta pertama yang mendapatkan izin untuk menyelenggarakan program doktor (S3). Empat program doktor (S3) yang kini diselenggarakan Unpar meliputi jurusan Doktor Teknik Sipil. Doktor Arsitektur, Doktor Ilmu Hukum, dan Doktor Ilmu Ekonomi. Di tahun yang sama, Unpar juga mendapatkan tambahan izin untuk menyelenggarakan dua program studi magister (S2) yaitu Magister Ilmu Teologi dan Magister Ilmu Sosial. Dengan demikian, Program Pascasarjana Unpar saat ini sudah memiliki 10 program pascasarjana yang terdiri dari enam program magister (S2) dan empat program doktor (S3). Hingga berita ini diturunkan, Unpar juga tengah memproses perolehan izin untuk menyelenggarakan dua program magister baru yakni Magister Teknik Industri dan Magister Teknik Kimia.

Mahasiswa Unpar Juara I Kategori S2 pada
Forum Studi Transportasi Antar Perguruan Tinggi IX (2006)
Pascasarjana Unpar selalu berpartisipasi penuh dalam mewujudkan sesanti Unpar "Bakuning Hyang Mrih Guna Santyaya Bhakti" (Berdasarkan ketuhnan menuntut ilmu untuk dibaktikan kepada masyarakat). Dalam skala nasional, diterangi oleh semangat yang terkandung dalam sesanti Unpar, Pascasarjana Unpar telah bekerja sama dengan Pusat Pembinaan Keahlian dan Teknik Konstruksi 1epartemen Pekerjaan Umum (Pusbikiek Departemen PU) dalam menyelenggarakan program Pengelolaan Jaringan Jalan (PJJ) dan program Manajemen Proyek Konstruksi (MPK). Kedua program tersebut terdapat di dalam Magister Teknik Sipil. Dalam rangka kerja sama tersebut, kurikulum disusun sesuai dengan kebutuhan aktual pemerintah, sehinggadi dalam proses pembelajarannya terdapat para praktisi terkenal dan berpengalaman. Mahasiswa di kedua program tersebut herasal dari seluruh penjuru Tanah Air, dan setelah lulus akan kembali ke tempat asalnya untuk mengabdikan ilmu yang telah diperoleh selama studi. Selain ijazah magister dari Unpar, para lulusan program PJJ juga mendapat sertifikat keahlian perencana jalan dari Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia. Dalam skala internasional salah satu program yang telah dilaksanakan Pascasarjana Unpar, khususnya Arsitektur, ialah kerja sama dengan UN-Habitat yang merupakan salah satu organ Perserikatan Bangsa Bangsa (United Nations) dalam melaksanakan reevaluasi masterplan kota Banda Aceh.
Pascasarjana Unpar telah meluluskan 932 magister dan 46 doktor yang berasal dari berbagai institusi dalam negeri maupun luar negeri. Sejumlah lulusan Pascasarjana Unpar tercatat telah berhasil menjadi guru besar (profesor) di herbagai perguruan tinggi, diangkat menjadi anggota badan atau komisi negara, dan menjadi pejabat tinggi negara. Ini membuktikan bahwa proses pendidikan dan kurikulum di Pascasarjana Unpar lebih mengutamakan kualitas, dapat menjawab tantangan dan kebutuhan masyarakat di dalam bidang ilmu terkait.
Para dosen Unpar yang sebagian besar bergelar doktor dan merupakan lulusan dari berbagai perguruan tinggi terkemuka dari dalam maupun luar negeri, memegang peran penting di dalam penyelenggaraan Program Pascasarjana Unpar yang berkualitas. (LWP) |